Penatalaksanaan Batuk Paroksismal pada Anak
Evaluasi dan Penatalaksanaan
- Batuk paroksismal dengan atau tanpa bunyi "whoop" dan muntah setelah batuk merupakan tanda khas infeksi Bordetella pertussis, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) 2
- Pertussis harus dicurigai pada anak dengan batuk paroksismal disertai muntah pasca batuk atau bunyi inspirasi "whoop", menurut American Academy of Pediatrics (AAP) 1, 3
- Pemeriksaan untuk infeksi Bordetella pertussis dianjurkan ketika secara klinis dicurigai pertussis, menurut Infectious Diseases Society of America (IDSA) 1
Penatalaksanaan Berdasarkan Etiologi
- Antibiotik adalah pengobatan utama untuk pertussis, menurut CDC 2
- Pengobatan pertussis paling efektif bila diberikan pada tahap awal penyakit (fase kataral), menurut AAP 2
- Pertussis sangat menular dengan tingkat penularan sekunder mencapai 80% pada orang yang rentan, menurut CDC 2
Tindakan Pencegahan dan Pengobatan
- Evaluasi adanya tanda-tanda spesifik seperti batuk saat makan, jari tabuh, atau kelainan lainnya pada batuk paroksismal kronik, menurut American Thoracic Society (ATS) 4, 5
- Jika batuk produktif/basah tanpa tanda spesifik, berikan antibiotik selama 2 minggu yang ditargetkan pada bakteri pernapasan umum, menurut IDSA 4, 5
- Jika batuk basah menetap setelah 2 minggu antibiotik, tambahkan 2 minggu antibiotik lagi, menurut ATS 4, 6
- Jika batuk tetap menetap setelah 4 minggu antibiotik, lakukan pemeriksaan lebih lanjut, menurut IDSA 4, 6
Komplikasi dan Pencegahan
- Bayi yang tidak divaksinasi atau tidak lengkap vaksinasinya yang berusia <12 bulan memiliki risiko tertinggi untuk komplikasi yang mengancam jiwa dan kematian, menurut CDC 2
- Faktor pencetus seperti paparan asap rokok harus ditentukan dan intervensi untuk penghentian harus disarankan atau dimulai, menurut American College of Chest Physicians (ACCP) 7, 6