Pengelolaan Nyeri Pasca-CABG
Pilihan Analgetik Opioid dan Dosisnya
- Morfin merupakan opioid yang paling umum digunakan untuk nyeri pasca-CABG, namun memiliki clearance renal yang tinggi dengan potensi akumulasi dan efek samping 1
- Penggunaan morfin dosis tinggi (40 mg) intraoperatif dapat memberikan efek analgesia pasca operasi yang lebih baik dibandingkan dengan fentanyl 2
- Fentanyl adalah alternatif yang baik untuk morfin dengan onset cepat dan durasi lebih pendek 1
- Dapat juga diberikan dalam bentuk patch transdermal (25 μg/jam) yang dipasang 12-14 jam sebelum operasi untuk mencapai konsentrasi yang konstan tanpa bukti depresi pernapasan 1
- Tramadol perlu diperhatikan risiko delirium yang lebih tinggi pada penggunaannya 3, 4
Strategi Pemberian Analgetik
- Kombinasi paracetamol dengan opioid menghasilkan analgesia yang lebih baik dan mengurangi kebutuhan opioid 3, 4
- Penggunaan dexmedetomidine (0,07 μg/kg/jam dengan bolus 0,007 μg/kg) dapat dikombinasikan dengan fentanyl untuk mengurangi kebutuhan opioid 1, 4
- Patient-Controlled Analgesia (PCA) lebih disukai untuk pemberian opioid secara intravena dibandingkan dengan analgesia spinal ketika jalur intravena memungkinkan 1
Pemantauan dan Pencegahan Efek Samping
- Tingkat sedasi, status pernapasan, dan kemungkinan terjadinya efek samping pada pasien yang mendapat terapi opioid sistemik harus dinilai secara teratur 1
- Gunakan alat penilaian nyeri yang sesuai seperti Critical Care Pain Observation Tool atau Behavioral Pain Scale untuk pasien yang terintubasi 4
- Hindari penggunaan inhibitor COX-2 pada pasien CABG karena meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular 2, 5
- Perhatikan risiko delirium pada penggunaan opioid, terutama tramadol 3, 4
Pertimbangan Khusus
- Manajemen anestesi yang diarahkan untuk ekstubasi pasca operasi dini dan pemulihan yang dipercepat direkomendasikan untuk pasien risiko rendah hingga menengah yang menjalani CABG tanpa komplikasi 2, 5
- Penggunaan anestesi berbasis volatil dapat memfasilitasi ekstubasi dini dan mengurangi ingatan pasien 2, 5
- Pada pasien dengan disfungsi paru berat atau sindrom nyeri kronis, teknik anestesi neuraksial (epidural torakal tinggi) dapat dipertimbangkan meskipun ada kekhawatiran tentang potensi perdarahan neuraksial 2
Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya
- Hindari penggunaan dosis opioid yang berlebihan karena dapat menyebabkan hiperalgesia 1
- Hindari penggunaan inhibitor COX-2 pada pasien CABG karena meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular 2, 5
- Hindari ekstubasi dini rutin di fasilitas dengan dukungan pernapasan lanjutan yang terbatas 2, 5
- Hindari kombinasi ibuprofen dengan aspirin karena dapat mengurangi efek antiplatelet aspirin 2