Praxis Medical Insights

Est. 2024 • Clinical Guidelines Distilled

Made possible by volunteer editors from the University of Calgary & University of Alberta

Last Updated: 9/14/2025

Pengelolaan Nyeri Pasca-CABG

Pilihan Analgetik Opioid dan Dosisnya

  • Morfin merupakan opioid yang paling umum digunakan untuk nyeri pasca-CABG, namun memiliki clearance renal yang tinggi dengan potensi akumulasi dan efek samping 1
  • Penggunaan morfin dosis tinggi (40 mg) intraoperatif dapat memberikan efek analgesia pasca operasi yang lebih baik dibandingkan dengan fentanyl 2
  • Fentanyl adalah alternatif yang baik untuk morfin dengan onset cepat dan durasi lebih pendek 1
  • Dapat juga diberikan dalam bentuk patch transdermal (25 μg/jam) yang dipasang 12-14 jam sebelum operasi untuk mencapai konsentrasi yang konstan tanpa bukti depresi pernapasan 1
  • Tramadol perlu diperhatikan risiko delirium yang lebih tinggi pada penggunaannya 3, 4

Strategi Pemberian Analgetik

  • Kombinasi paracetamol dengan opioid menghasilkan analgesia yang lebih baik dan mengurangi kebutuhan opioid 3, 4
  • Penggunaan dexmedetomidine (0,07 μg/kg/jam dengan bolus 0,007 μg/kg) dapat dikombinasikan dengan fentanyl untuk mengurangi kebutuhan opioid 1, 4
  • Patient-Controlled Analgesia (PCA) lebih disukai untuk pemberian opioid secara intravena dibandingkan dengan analgesia spinal ketika jalur intravena memungkinkan 1

Pemantauan dan Pencegahan Efek Samping

  • Tingkat sedasi, status pernapasan, dan kemungkinan terjadinya efek samping pada pasien yang mendapat terapi opioid sistemik harus dinilai secara teratur 1
  • Gunakan alat penilaian nyeri yang sesuai seperti Critical Care Pain Observation Tool atau Behavioral Pain Scale untuk pasien yang terintubasi 4
  • Hindari penggunaan inhibitor COX-2 pada pasien CABG karena meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular 2, 5
  • Perhatikan risiko delirium pada penggunaan opioid, terutama tramadol 3, 4

Pertimbangan Khusus

  • Manajemen anestesi yang diarahkan untuk ekstubasi pasca operasi dini dan pemulihan yang dipercepat direkomendasikan untuk pasien risiko rendah hingga menengah yang menjalani CABG tanpa komplikasi 2, 5
  • Penggunaan anestesi berbasis volatil dapat memfasilitasi ekstubasi dini dan mengurangi ingatan pasien 2, 5
  • Pada pasien dengan disfungsi paru berat atau sindrom nyeri kronis, teknik anestesi neuraksial (epidural torakal tinggi) dapat dipertimbangkan meskipun ada kekhawatiran tentang potensi perdarahan neuraksial 2

Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya

  • Hindari penggunaan dosis opioid yang berlebihan karena dapat menyebabkan hiperalgesia 1
  • Hindari penggunaan inhibitor COX-2 pada pasien CABG karena meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular 2, 5
  • Hindari ekstubasi dini rutin di fasilitas dengan dukungan pernapasan lanjutan yang terbatas 2, 5
  • Hindari kombinasi ibuprofen dengan aspirin karena dapat mengurangi efek antiplatelet aspirin 2