Perbedaan Ketorolac dan Dexketoprofen dalam Pengelolaan Nyeri
Perbedaan Efikasi Klinis
- Ketorolac direkomendasikan untuk nyeri pasca operasi mayor dengan dosis parenteral 15-30 mg IV, maksimal 5 hari, karena efikasinya sebagai analgesik kuat setara opioid 1
- Kombinasi dexketoprofen 25 mg dengan tramadol 75 mg superior dibandingkan monoterapi untuk kontrol nyeri pasca operasi 1
Perbedaan Profil Keamanan
- Ketorolac memiliki salah satu risiko toksisitas gastrointestinal tertinggi di antara semua NSAID, terutama dengan penggunaan berkepanjangan 2
- NSAID non-selektif seperti ketorolac dan ketoprofen meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular dan hipertensi 2, 4
Kontraindikasi dan Batasan Penggunaan
- Ketorolac harus dibatasi maksimal 5 hari penggunaan karena risiko toksisitas GI, renal, dan perdarahan 1, 2
- Tidak direkomendasikan untuk penggunaan rutin sebagai adjuvan opioid pada pasien kritis dewasa karena risiko perdarahan dan cedera ginjal yang serius 1
Rekomendasi Pemilihan Obat
- Jangan gunakan ketorolac dan dexketoprofen (atau NSAID lain) secara bersamaan karena meningkatkan risiko perdarahan GI, cedera ginjal akut, dan kejadian trombotik kardiovaskular secara signifikan 5
- Monitor tekanan darah, BUN, kreatinin, fungsi hati, hitung darah lengkap, dan darah samar feses jika menggunakan ketorolac 2