Penggunaan Ondansetron pada Gastroenteritis
Mekanisme Kerja dan Efek Samping
- Ondansetron bekerja sebagai antagonis selektif reseptor 5-HT3 yang memblokir serotonin di chemoreceptor trigger zone dan terminal saraf vagal, sehingga menghambat refleks muntah, dan tidak memiliki efek antimotilitas seperti loperamide 2
- Ondansetron dapat meningkatkan volume feses meskipun mengurangi muntah, dan dilaporkan dapat meningkatkan diare sebagai efek samping 2
Penggunaan Klinis yang Tepat
- Ondansetron direkomendasikan untuk memfasilitasi rehidrasi oral pada gastroenteritis dengan muntah, bukan untuk mengobati diare itu sendiri, menurut Praxis Medical Insights 1, 3
- Anak >4 tahun dan remaja: Ondansetron dapat diberikan untuk gastroenteritis akut dengan muntah guna memfasilitasi rehidrasi oral 1, 3
- Dewasa: Ondansetron dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan setelah pasien terhidrasi dengan adekuat 1, 3
Kontraindikasi Penting
- Hindari ondansetron pada kondisi diare inflamasi yang dicurigai atau terbukti, atau diare dengan demam, karena risiko megakolon toksik 1
- Anak dengan penyakit jantung (risiko perpanjangan interval QT) harus dihindari penggunaan ondansetron 1, 3
Perbandingan dengan Loperamide
- Loperamide adalah obat yang benar-benar menurunkan motilitas usus melalui mekanisme agonis reseptor opioid lokal, namun tidak boleh diberikan pada anak <18 tahun dengan diare akut 4
- Loperamide dapat meningkatkan risiko komplikasi serius pada infeksi tertentu, dan ondansetron bukan obat antimotilitas 2