Praxis Medical Insights

Est. 2024 • Clinical Guidelines Distilled

Made possible by volunteer editors from the University of Calgary & University of Alberta

Last Updated: 9/25/2025

Manajemen Nyeri

Penilaian Awal Nyeri

  • Evaluasi intensitas nyeri pada setiap kunjungan pasien menggunakan skala analog visual (VAS), skala numerik (NRS), atau skala verbal (VRS) untuk menentukan tingkat keparahan, menurut Annals of Oncology 2
  • Klasifikasi nyeri berdasarkan intensitas: ringan (skor 1-3), sedang (skor 4-7), atau berat (skor >7) untuk menentukan strategi terapi, menurut Journal of the National Comprehensive Cancer Network : JNCCN 4
  • Tentukan status opioid pasien: opioid-naïve (belum pernah menggunakan opioid) atau opioid-tolerant (sudah menggunakan opioid secara teratur) karena ini mempengaruhi pilihan dosis awal, menurut Journal of the National Comprehensive Cancer Network : JNCCN 4

Nyeri Ringan (Skor 1-3): WHO Level I

  • Paracetamol/acetaminophen sebagai pilihan pertama dengan dosis 500-1000 mg, onset 15-30 menit, maksimal 4000-6000 mg/hari, menurut Annals of Oncology 1, 2, 3
  • Gastroproteksi wajib dengan proton pump inhibitor jika NSAID digunakan jangka panjang, menurut Annals of Oncology 2, 3

Nyeri Sedang (Skor 4-7): WHO Level II

  • Lanjutkan non-opioid (paracetamol atau NSAID) dan tambahkan opioid lemah atau opioid kuat dosis rendah, menurut Annals of Oncology 2, 3
  • Tramadol sebagai pilihan pertama dengan dosis awal 50 mg 1-2 kali sehari, dapat ditingkatkan bertahap hingga maksimal 400 mg/hari, menurut Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines 6

Nyeri Berat (Skor >7): WHO Level III

  • Morfin adalah pilihan utama dengan rute oral sebagai yang diutamakan, menurut Annals of Oncology 1, 2, 3
  • Konversi dosis parenteral: jika diberikan IV/SC, dosis ekuivalen adalah 1/3 dari dosis oral, menurut Annals of Oncology 1, 2

Manajemen Efek Samping Opioid

  • Konstipasi: berikan laksatif stimulan secara profilaksis bersamaan dengan inisiasi terapi opioid, menurut Journal of the National Comprehensive Cancer Network : JNCCN 4
  • Mual dan muntah: gunakan antiemetik secara berkelanjutan, menurut Annals of Oncology 1

Analgesik Adjuvant

  • Pertimbangkan untuk semua kelompok pasien terutama untuk sindrom nyeri spesifik, menurut Journal of the National Comprehensive Cancer Network : JNCCN 4
  • Nyeri neuropatik: gabapentin (mulai 600 mg hari pertama, tingkatkan setiap 3 hari hingga 1800 mg) atau pregabalin (mulai 75 mg malam hari, tingkatkan mingguan hingga 600 mg/hari), menurut Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines 6

Prinsip Umum Pemberian

  • Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan pengobatan pasien, menurut Journal of the National Comprehensive Cancer Network : JNCCN 4
  • Rute oral adalah pilihan pertama bila memungkinkan, menurut Journal of the National Comprehensive Cancer Network : JNCCN 4, 7
  • Penjadwalan teratur lebih baik daripada "sesuai kebutuhan" untuk nyeri kronik, menurut Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines 8, 7

REFERENCES

2

adult cancer pain, version 3.2019, nccn clinical practice guidelines in oncology. [LINK]

Journal of the National Comprehensive Cancer Network : JNCCN, 2019

5

Opioid Therapy for Open-Angle Glaucoma and Herniated Disc Pain [LINK]

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

6

Pain Management for Adenomyosis [LINK]

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

7

Tramadol and Meloxicam Combination Therapy [LINK]

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025